Binjai.REDMOL.ID | BINJAI — Di balik setiap keluarga penerima bantuan sosial, ada harapan sederhana yang ingin diwujudkan: memiliki penghasilan sendiri, menghidupi keluarga dengan layak, dan suatu hari mampu berdiri tegak tanpa harus terus bergantung pada bantuan pemerintah.
Harapan itulah yang hendak dibangun melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) Kementerian Sosial Republik Indonesia bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Binjai.
Jumat (9/10/2026), Dinas Sosial Kota Binjai turun langsung mendampingi KPM dalam proses pencairan bantuan modal usaha melalui Bank Mandiri Cabang Binjai. Kepala Dinas Sosial Kota Binjai, Triono Julimawardi, bersama Ketua Tim PKH Kota Binjai, Syaiful Kholifah, dan Pendamping PKH, Rizka Fadhilla, hadir mendampingi penerima manfaat agar proses pencairan berjalan tertib dan lancar.
Kepala Cabang Bank Mandiri Binjai, Sehateta Sitepu, turut mendampingi proses tersebut hingga dana bantuan diterima oleh KPM.
Bantuan ini bukan sekadar angka yang masuk ke rekening. Bagi keluarga yang sedang berjuang memperbaiki kehidupan, modal usaha dapat menjadi kesempatan untuk membuka jalan baru: mengembangkan usaha kecil, memperkuat penghasilan, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.
Namun, harapan besar tersebut juga membawa tanggung jawab. Bantuan harus benar-benar menjadi modal untuk tumbuh, bukan sekadar bantuan yang habis tanpa meninggalkan perubahan berarti.
MARLIANA ANGGRAINI, MENYEMAI HARAPAN DARI AYAM KAMPUNG DAN BUDIDAYA IKAN
Salah satu penerima manfaat PPSE adalah Marliana Anggraini, warga Jalan Flores, Lingkungan 4, Kelurahan Kebun Lada, Kota Binjai. Ia menjalankan usaha peternakan ayam kampung dan budidaya ikan sebagai ikhtiar membangun sumber penghasilan keluarga.
Usaha yang dirintisnya menjadi gambaran bagaimana peluang kemandirian ekonomi dapat tumbuh dari kegiatan produktif yang dikelola dengan tekun.
Melalui bantuan modal PPSE, usaha Marliana diharapkan semakin berkembang, kapasitas produksinya meningkat, dan pendapatan keluarganya menjadi lebih baik.
Di balik usaha peternakan dan kolam ikan itu, ada harapan agar kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi dari hasil kerja sendiri. Ada pula keinginan agar masa depan keluarga tidak terus dibayangi ketidakpastian ekonomi.
Karena itu, bantuan modal ini perlu diikuti pendampingan yang berkelanjutan. Pengelolaan keuangan, perhitungan biaya pakan, pemeliharaan ternak dan ikan, hingga pemasaran hasil produksi merupakan bagian penting agar usaha mampu bertahan dan menghasilkan keuntungan.
Sebab, memberikan modal adalah langkah awal. Membantu usaha bertumbuh hingga keluarga benar-benar mandiri adalah pekerjaan yang jauh lebih penting.
DINSOS BINJAI MEMIKUL TANGGUNG JAWAB, BUKAN SEKADAR MENDAMPINGI PENCAIRAN
Kehadiran Kepala Dinas Sosial Kota Binjai beserta jajaran pendamping PKH menunjukkan keterlibatan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Tetapi ukuran keberhasilan program tidak semestinya berhenti pada tertibnya proses pencairan atau tersalurkannya bantuan kepada penerima.
Masyarakat membutuhkan bukti bahwa program tersebut membawa perubahan nyata. Apakah usaha penerima manfaat berkembang? Apakah pendapatan keluarga meningkat? Apakah mereka mampu mempertahankan usahanya ketika menghadapi kenaikan biaya produksi atau penurunan permintaan pasar?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab melalui pendampingan dan evaluasi berkala.
Dinas Sosial Kota Binjai diharapkan terus memantau perkembangan usaha para penerima manfaat, memberikan arahan sesuai kebutuhan, serta memastikan pemanfaatan bantuan berjalan sesuai ketentuan program.
Dengan demikian, KPM tidak dibiarkan berjuang sendirian setelah menerima modal. Mereka memperoleh dukungan untuk mengembangkan usaha, menghadapi kesulitan, dan membangun ketahanan ekonomi keluarga secara bertahap.
BANSOS BUKAN UNTUK MEMELIHARA KETERGANTUNGAN, MELAINKAN MEMBUKA JALAN KEMANDIRIAN
Program PPSE membawa pesan penting bahwa bantuan sosial seharusnya menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih sejahtera, bukan tujuan akhir yang membuat keluarga terus berada dalam lingkaran ketergantungan.
Prinsip “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya” menegaskan pentingnya mengubah bantuan menjadi kesempatan untuk tumbuh, bekerja, berusaha, dan meningkatkan kemampuan ekonomi.
Meski demikian, kemandirian tidak bisa dibangun hanya dengan satu kali pencairan. Dibutuhkan usaha yang berkelanjutan, pendampingan yang konsisten, akses pasar, serta penghasilan yang cukup stabil agar keluarga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.
Graduasi mandiri dari kepesertaan PKH pun seharusnya menjadi hasil dari meningkatnya kemampuan ekonomi keluarga, bukan semata-mata pencapaian administratif.
Bagi Marliana Anggraini dan keluarga penerima manfaat lainnya, bantuan modal ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan yang lebih baik. Dari usaha kecil yang terus dikembangkan, tumbuh harapan untuk memperoleh penghasilan yang lebih layak, memenuhi kebutuhan keluarga, dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
Pada akhirnya, keberhasilan program bukan hanya tentang berapa banyak bantuan yang telah disalurkan, melainkan berapa banyak keluarga yang berhasil memperbaiki kehidupannya.
Karena kemiskinan tidak cukup dihadapi dengan memberikan bantuan. Kemiskinan harus dilawan dengan membuka kesempatan, memperkuat usaha, dan mendampingi masyarakat sampai mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Reporter: Zulkarnain Idrus




