PKL Kuasai Trotoar di Pekan Binjai, Perda Diduga Lumpuh—Kota Kian Kumuh dan Tak Tertata

Admin RedMOL
0

Binjai | RedMOLBINJAI.ID – Kondisi memprihatinkan kembali terlihat di wilayah Kelurahan Pekan Binjai. Trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki kini berubah total menjadi lapak pedagang kaki lima (PKL). Aktivitas jual beli berlangsung bebas di badan jalan tanpa pengawasan yang jelas, memperlihatkan seolah-olah aturan tak lagi memiliki daya paksa.

Di sepanjang Jalan KH. Wahid Hasyim, Jalan Zainal Jakse, Jalan Husni Thamrin hingga Jalan Sudirman, pemandangan serupa menjadi hal biasa. Trotoar kehilangan fungsi, badan jalan menyempit, dan kawasan terlihat amburadul serta kumuh. Lebih parah lagi, tumpukan sampah bertebaran di berbagai sudut, menambah kesan jorok dan tidak terurus.

Ironisnya, di tengah semrawutnya kondisi tersebut, Pasar Tavip yang disiapkan sebagai solusi relokasi justru tampak kosong dan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Situasi ini memunculkan tanda tanya besar terkait keseriusan pemerintah dalam menata kota dan menegakkan aturan.

Kondisi ini memicu dugaan kuat bahwa penegakan Peraturan Daerah (Perda) di Kota Binjai berjalan tidak optimal. Bahkan, muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa penindakan dilakukan secara tebang pilih—keras di satu sisi, namun tumpul di sisi lain yang justru paling mencolok pelanggarannya.

Minimnya tindakan nyata dari aparat penegak Perda semakin mempertegas kesan pembiaran. Penertiban yang dilakukan sesekali dinilai tidak memberikan efek jera, sehingga para PKL kembali beraktivitas seperti semula tanpa hambatan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Binjai belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan resmi. Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Kabid Trantib) Satpol PP Kota Binjai, Jaswono, yang dikonfirmasi RedMOLBINJAI.ID melalui pesan WhatsApp juga tidak memberikan tanggapan.

Diamnya pihak terkait menambah panjang daftar persoalan yang belum terselesaikan. Publik kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar wacana, agar wajah Kota Binjai tidak terus tercoreng oleh kesemrawutan yang dibiarkan.

Jika kondisi ini terus berlangsung, maka bukan hanya fungsi trotoar yang hilang, tetapi juga wibawa hukum yang kian memudar di mata masyarakat.

Reporter: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Mata Camera ID, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!