
Binjai.REDMOL.ID | BINJAI — Pergantian pucuk pimpinan di Dinas Pendidikan Kota Binjai bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di balik pelantikan Sofyan Syahputra Siregar, S.STP., MA sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Jumat (25/9/2026), terselip pekerjaan rumah besar yang kini berada di depan mata.
Pelantikan berlangsung di halaman Pemerintah Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat pagi. Dalam kesempatan yang sama, sejumlah kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Binjai turut dilantik.
Sofyan Siregar, birokrat muda yang merupakan alumni STPDN/IPDN, sebelumnya telah menjalani tugas di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis di lingkungan Pemko Binjai.
Kini, tantangannya jauh lebih berat. Dinas Pendidikan merupakan sektor yang bersentuhan langsung dengan guru, kepala sekolah, peserta didik, orang tua, hingga penggunaan anggaran pendidikan.
Dan Sofyan secara terbuka menyatakan dirinya tidak ingin sekadar menjadi pejabat administratif.
Usai pelantikan, Sofyan menegaskan akan melakukan pembenahan sistem pendidikan bersama seluruh kepala sekolah dan jajaran guru.
“Saya akan memperbaiki sistem pendidikan bersama seluruh kepala sekolah yang juga turut dilantik hari ini serta seluruh jajaran dewan guru agar mutu pendidikan menjadi lebih terbaik. Fokus kita adalah disiplin, mutu, dan hilangkan pungli di sekolah,” tegas Sofyan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi jajaran Disdik Binjai. Sebab, komitmen memberantas pungutan liar tidak cukup berhenti pada pernyataan. Publik tentu akan menunggu bagaimana kebijakan tersebut diterapkan ketika berhadapan dengan persoalan sekolah, pungutan kepada orang tua siswa, pengelolaan kegiatan, serta berbagai praktik yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.
PR BESAR MENANTI KADIS BARU
Pelantikan Sofyan juga mendapat perhatian dari Marihut M. Simarmata bersama pengamat sosial Adi Surya.
Keduanya menyampaikan ucapan selamat sekaligus menitipkan sejumlah persoalan pendidikan yang dinilai membutuhkan perhatian serius.
“Kami dari GATWAMTRA dan selaku pemerhati sosial mengucapkan selamat atas dilantiknya Sofyan Syahputra Siregar, S.STP., MA menjadi Kadis Pendidikan Kota Binjai. Kami berharap banyak agar dunia pendidikan di tangan beliau dapat maju dan lebih berkualitas,” ujar Marihut M. Simarmata dan Adi Surya.
Marihut menilai latar belakang birokrasi dan akademis yang dimiliki Sofyan menjadi modal untuk melakukan pembenahan.
Namun, menurutnya, modal tersebut harus dibuktikan dengan kerja nyata.
“Pak Sofyan ini S.STP, MA, beliau paham birokrasi dan akademis. Kami titip PR besar,” ujarnya.
Dua pekerjaan rumah yang secara khusus disorot yakni peningkatan mutu dan pemerataan kualitas guru, serta upaya menyelamatkan anak-anak Binjai dari ancaman putus sekolah.
“Kami siap kawal dan dukung Kadis baru,” tegas Marihut.
JANJI BERANTAS PUNGLI AKAN DITUNGGU PUBLIK
Pernyataan Sofyan mengenai pemberantasan pungli menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian.
Sebab, jika benar-benar dijalankan, komitmen tersebut harus menyentuh seluruh lini pendidikan, bukan hanya menjadi slogan setelah pelantikan.
Pengawasan terhadap kepala sekolah, transparansi pengelolaan kegiatan, mekanisme pungutan kepada peserta didik, hingga keberadaan berbagai komite dan kegiatan sekolah menjadi bagian yang akan diuji di lapangan.
Publik juga memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana sistem pengawasan internal Disdik mampu mencegah terjadinya pungutan yang tidak memiliki dasar hukum.
Karena itu, setelah seremoni pelantikan berakhir, pekerjaan sesungguhnya justru baru dimulai.
Sofyan kini dituntut membuktikan apakah kalimat “hilangkan pungli di sekolah” benar-benar akan berubah menjadi kebijakan, pengawasan, dan tindakan konkret.
Jika berhasil, pernyataan tersebut akan menjadi titik awal pembenahan pendidikan Binjai. Namun apabila berhenti sebagai slogan, publik tentu akan mempertanyakan kembali arah perubahan yang dijanjikan.
Pelantikan berlangsung khidmat dan ditutup dengan foto bersama serta ucapan selamat dari ASN dan para kepala sekolah yang hadir.
Kini, sorotan bukan lagi pada prosesi pelantikan.
Sorotan berikutnya adalah kerja.
Mampukah Sofyan Siregar membuktikan janji membenahi mutu pendidikan, meningkatkan disiplin, mencegah anak putus sekolah, sekaligus membersihkan praktik pungli dari lingkungan sekolah?
Waktu dan hasil di lapangan yang akan menjawabnya.
Reporter: Romi Candra
Editor: Zulkarnain Idrus
