“Tangkap Aktor Intelektual Mafia BBM Bersubsidi di Paluta” Puluhan Mahasiswa Geruduk Polres Tapanuli Selatan

Admin RedMOL
0

Binjai.REDMOL.ID | Tapanuli Selatan — Gelombang protes terhadap dugaan praktik mafia BBM bersubsidi di Padang Lawas Utara kembali memanas. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pedang Keadilan Nasional, Garda Kamtibmas Paluta dan Gerakan Pejuang Mahasiswa, menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Tapanuli Selatan, Selasa (12/6/2026).

Massa aksi menuntut aparat kepolisian tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku lapangan, namun juga membongkar dugaan aktor intelektual di balik praktik mafia BBM subsidi jenis solar yang disebut-sebut telah lama beroperasi di wilayah Paluta.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi Jojo Simanjuntak menilai penanganan kasus mafia BBM subsidi di Paluta masih jauh dari rasa keadilan masyarakat.

“Penegakan hukum kasus mafia BBM subsidi di Padang Lawas Utara ibarat hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah,” tegas Jojo di hadapan peserta aksi.

Ia menyoroti dugaan masifnya praktik penyalahgunaan solar subsidi yang dinilai tidak mungkin berjalan tanpa adanya jaringan terorganisir. Menurutnya, aparat penegak hukum harus berani menelusuri aliran distribusi hingga pihak yang diduga menjadi pengendali utama permainan BBM subsidi tersebut.

Jojo juga menegaskan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi merupakan tindak pidana serius sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

“Mahasiswa mendesak polisi membongkar aktor utama mafia BBM subsidi jenis solar di Paluta. Jangan hanya pemain kecil yang ditangkap. Aktor intelektual di balik praktik itu juga harus diungkap,” ujar Jojo.

Ia bahkan mempertanyakan kejanggalan distribusi BBM subsidi yang disebut mencapai 16 ton dan diduga habis dalam waktu kurang dari tiga jam.

“Bisa dibayangkan 16 ton BBM subsidi habis tidak sampai tiga jam. Berapa keuntungan yang diraup dari praktik tersebut? Ini harus dibongkar secara serius,” katanya lagi.

Mahasiswa menilai pengungkapan kasus sepenuhnya bergantung pada keseriusan aparat kepolisian dalam melakukan penyelidikan secara transparan dan tanpa tebang pilih.

“Saya yakin kalau penyelidikan dilakukan serius oleh Polres Tapanuli Selatan, pelaku utama atau aktor intelektualnya pasti bisa ditangkap,” tambah Jojo.

Sementara itu, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi, S.H., S.I.K., M.H., yang diwakili Kompol Rudi Siregar, S.H., menerima massa aksi dan menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib dan damai.

“Kami mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang peduli terhadap kondisi Kabupaten Padang Lawas Utara. Kritik, saran, dan masukan merupakan bagian penting sebagai kontrol sosial untuk perbaikan kinerja kepolisian,” ujar Kompol Rudi Siregar.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian terbuka terhadap kritik masyarakat demi meningkatkan pelayanan dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kalau ada hal-hal yang dirasa perlu diperbaiki, silakan disampaikan. Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa,” tambahnya.

Sebelum membubarkan diri, massa aksi menyerahkan sejumlah tuntutan kepada pihak kepolisian. Mereka mendesak aparat agar serius memberantas mafia dan penimbun BBM subsidi, khususnya jenis solar, yang dinilai telah merugikan masyarakat kecil dan para pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan.

Tak hanya itu, mahasiswa juga meminta adanya komitmen tertulis dari Kapolres Tapanuli Selatan terkait pemberantasan mafia BBM bersubsidi di wilayah hukum tersebut.

Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung & Red
Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Mata Camera ID, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!