FRIC Apresiasi Polda Jambi, Bandar Narkoba Dibakar Habis Tanpa Ampun

Admin RedMOL
0

Binjai.REDMOL.ID | JAMBI — Polda Jambi kembali membuktikan bahwa perang terhadap narkoba bukan sekadar slogan kosong. Di bawah komando tegas Irjen Pol. Krisno H. Siregar, aparat menghancurkan puluhan kilogram narkotika hasil sitaan jaringan lintas provinsi dan internasional dalam pemusnahan besar-besaran di halaman Mapolda Jambi, Kamis (21/5/2026).

Langkah keras ini mendapat apresiasi penuh dari Fast Respon Counter Opinion Polri (FRIC). Menurut FRIC, tindakan Polda Jambi menjadi tamparan telak bagi sindikat narkoba yang selama ini mencoba merusak generasi muda dengan bisnis haram bernilai miliaran rupiah.

Tak tanggung-tanggung, barang bukti yang dimusnahkan mencapai lebih dari 20 kilogram sabu, 20.237 butir ekstasi serta ribuan cartridge etomidate. Jika barang haram tersebut lolos ke pasaran, ribuan nyawa generasi muda berpotensi hancur perlahan akibat racun narkotika.

Kegiatan pemusnahan dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Dewa Made Palguna dan dihadiri Al Haris bersama unsur Forkopimda, TNI, Kejati, BNN, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga insan pers.

Berbeda dengan seremoni biasa, pemusnahan kali ini dilakukan secara terbuka dan transparan. Sampel barang bukti diuji langsung oleh tim Biddokkes dan Labfor Mabes Polri agar publik mengetahui bahwa barang yang dimusnahkan benar-benar narkotika asli hasil sitaan jaringan kejahatan besar.

Narkoba tersebut kemudian dibakar menggunakan insinerator tertutup hingga musnah total. Tidak ada kompromi. Tidak ada ruang bagi mafia narkoba untuk bernapas di bumi Jambi.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan bahwa setiap gram sabu dan butir ekstasi yang dimusnahkan adalah bentuk penyelamatan masa depan bangsa.

“Di balik setiap gram sabu dan butir ekstasi yang dimusnahkan hari ini, terdapat potensi kerusakan besar terhadap masa depan anak-anak bangsa,” tegas Kapolda.

Pernyataan itu bukan isapan jempol. Narkoba hari ini telah menjelma menjadi senjata pembunuh massal yang menghancurkan moral, ekonomi keluarga hingga masa depan generasi muda. Ironisnya, para bandar hidup mewah di atas penderitaan korban-korbannya.

Karena itu FRIC menilai langkah Polda Jambi layak diapresiasi dan diperkuat. Ketegasan aparat menjadi pesan keras bahwa negara tidak boleh kalah melawan mafia narkoba yang terus mencari celah merusak Indonesia dari dalam.

Al Haris juga mengingatkan bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penangkapan. Pencegahan, edukasi dan penguatan masyarakat harus berjalan beriringan agar generasi muda tidak menjadi sasaran empuk bandar narkoba.

Dalam kesempatan tersebut juga digelar Deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba melalui penandatanganan komitmen bersama lintas sektor. Momentum ini menjadi bukti bahwa perang terhadap narkoba membutuhkan keberanian kolektif, bukan sekadar pencitraan sesaat.

Kapolda Jambi bahkan meminta Team Counter Opinion Polri FRIC untuk mengamplifikasi pemberitaan positif terkait keberhasilan pengungkapan dan pemusnahan narkoba tersebut agar masyarakat mengetahui bahwa aparat benar-benar bekerja di garis depan melawan kejahatan narkotika.

FRIC memastikan akan memperluas penyebaran informasi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen Polda Jambi dalam menjalankan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait pemberantasan narkoba.

Satu pesan yang kini menggema dari Jambi: bandar narkoba boleh punya uang dan jaringan, tetapi negara tidak akan tinggal diam melihat generasi bangsa dihancurkan racun haram.

Redaksi: Binjai.REDMOL.ID

Editor: Zulkarnain Idrus 

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Mata Camera ID, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!