
Binjai.REDMOL.ID | Medan – Situasi mencekam sempat terjadi di jalur vital Medan – Berastagi, tepatnya di kawasan Sembahe, Rabu (08/04/2026) pagi. Hujan deras yang mengguyur sejak malam memicu banjir bandang dan mengancam kelumpuhan arus lalu lintas.
Namun, di tengah potensi chaos tersebut, Satlantas Polrestabes Medan tak tinggal diam. Dipimpin langsung Kasat Lantas, I Made Parwita, bersama Kanit Turjawali, Timor, petugas turun ke titik rawan untuk “mengunci” kemacetan sebelum benar-benar tak terkendali.
Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Jika dibiarkan, jalur penghubung utama menuju kawasan wisata Berastagi itu bisa lumpuh total, mengingat tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.
“Kami lakukan pengaturan intensif di kawasan Sembahe untuk menekan penumpukan kendaraan,” tegas IPTU Timor kepada wartawan.

Tak hanya mengurai kemacetan, petugas juga melakukan pengalihan arus demi menjaga stabilitas lalu lintas. Pengemudi pun dipaksa ekstra waspada, mengingat kondisi jalan yang licin dan rawan longsor pasca banjir bandang.
Pantauan di lapangan menunjukkan, arus dari Medan menuju Berastagi masih relatif terkendali. Namun sebaliknya, dari arah Berastagi menuju Medan, kepadatan tak terhindarkan—meski tetap bergerak perlahan.
Situasi ini menjadi alarm keras bagi para pengguna jalan: jalur Medan–Berastagi bukan sekadar lintasan biasa, melainkan titik rawan yang bisa berubah jadi jebakan maut kapan saja saat cuaca ekstrem melanda.
Satlantas Polrestabes Medan pun mengingatkan dengan tegas—jangan nekat, kurangi kecepatan, dan utamakan keselamatan. Karena di jalur ini, satu kesalahan kecil bisa berujung fatal.
Reporter: Mhd.Zulfahmi Tanjung & Red
Editor: Zulkarnain Idrus
