
BinjaiREDMOL.ID | Jambi — Suasana kampus Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mendadak riuh. Ratusan mahasiswa memadati aula untuk menyaksikan kehadiran Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Dewa Made Palguna, yang hadir sebagai pemateri dalam kegiatan pelantikan Presiden Mahasiswa.
Kehadiran perwira menengah Polri tersebut menjadi sorotan utama dalam momen pelantikan Presiden Mahasiswa UIN STS Jambi, Abel Gaesca Sandya. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan materi bertajuk “Membangun Generasi Muda Berkarakter dan Berprestasi Melalui Pencegahan Narkoba.”
“Ya, saya diundang oleh Presiden Mahasiswa UIN STS Jambi sebagai pemateri tentang pencegahan narkoba di kalangan mahasiswa,” ujar Dewa Made Palguna, Rabu (29/4/2026).
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa persoalan narkoba bukan sekadar isu hukum semata, melainkan ancaman serius bagi masa depan bangsa yang tergolong extraordinary crime. Oleh karena itu, generasi muda, khususnya mahasiswa, diminta tidak hanya menjauhi narkoba, tetapi juga aktif berperan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan.
“Mahasiswa harus menjadi agent of change dalam pencegahan narkoba,” tegasnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Banyak di antara mereka aktif mengajukan pertanyaan serta menyatakan komitmen untuk ikut melawan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa UIN STS Jambi, Abel Gaesca Sandya, menyampaikan apresiasi dan kesan mendalam atas kehadiran Dirresnarkoba Polda Jambi.
“Kami sangat berkesan. Kehadiran beliau membawa angin segar melalui wawasan, pengalaman, dan keilmuan baru, khususnya terkait bahaya narkoba dan strategi pencegahannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, materi yang disampaikan tidak hanya memperkaya pengetahuan mahasiswa, tetapi juga membangun kesadaran kolektif serta tanggung jawab moral generasi muda terhadap masa depan bangsa.
“Kami merasa sangat beruntung dan terhormat. Kehadiran beliau bukan sekadar sebagai pemateri, tetapi juga sebagai inspirasi yang memberi energi baru bagi gerakan mahasiswa,” imbuhnya.
Menurutnya, ilmu dan motivasi yang diberikan diharapkan tidak berhenti sebagai materi seminar semata, melainkan menjadi bekal nyata bagi mahasiswa untuk terus menggaungkan hidup sehat, berkarakter, berprestasi, dan bebas dari narkoba.
“Semoga ini menjadi awal kolaborasi yang lebih besar antara mahasiswa dan seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba,” tutup Abel.
Reporter Fahri Hendri& Red
Editor: Zulkarnain Idrus
