
RedMOLBINJAI.ID | BINJAI –
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) kembali menjadi momentum refleksi atas peran strategis pers dalam menjaga demokrasi dan mengawal jalannya pemerintahan. Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, MAP, menyampaikan ucapan HPN dengan penekanan tegas pada fungsi pers sebagai penjaga nurani publik, bukan sekadar corong seremonial kekuasaan.
Dalam pernyataannya, Amir Hamzah menegaskan bahwa pers harus tetap berdiri independen, kritis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam mengawasi kebijakan pemerintah daerah.
“Saya mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. Pers adalah mitra strategis pemerintah, namun kemitraan itu tidak boleh membungkam fungsi kontrol. Pers harus tetap kritis, jujur, dan berani menyuarakan kepentingan rakyat,” ujar Amir Hamzah.
Ia mengakui, tanpa kerja-kerja jurnalistik yang profesional dan berintegritas, ruang publik akan mudah dipenuhi informasi menyesatkan, pencitraan semu, bahkan pembiaran terhadap penyimpangan kekuasaan.
“Pemerintah yang kuat bukanlah pemerintah yang anti kritik, tetapi yang siap diawasi dan dikoreksi. Di sinilah peran pers menjadi sangat vital,” tegasnya.
Namun demikian, pernyataan tersebut juga menjadi pengingat keras bahwa kebebasan pers harus dibarengi dengan tanggung jawab etik, keberanian mengungkap fakta, serta konsistensi dalam membela kebenaran—bukan kepentingan segelintir elite.
Di tengah berbagai persoalan daerah, mulai dari pelayanan publik, tata kelola anggaran, hingga transparansi kebijakan, pers lokal di Binjai dituntut tidak hanya hadir saat seremoni, tetapi aktif menguliti masalah, menyuarakan kegelisahan warga, dan mendorong perubahan nyata.
Hari Pers Nasional, menurut Wali Kota, bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan alarm bagi semua pihak—termasuk pemerintah—bahwa tanpa pers yang merdeka, kekuasaan mudah kehilangan arah.
Redaksi | RedMOLBINJAI.ID
