BINJAI | BinjaiREDMOL.ID — Pengurus DPD KNPI Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Zulfahri Tanjung, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kasat Lantas Polres Binjai, Iptu Janitra Giri Satya, S.Tr.K., bersama jajaran Satlantas Polres Binjai atas aksi cepat tanggap dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan di jalan raya.
Menurut Muhammad Zulfahri, tindakan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Bukan sekadar menjalankan tugas pengaturan lalu lintas, personel kepolisian juga dituntut hadir ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Ini merupakan aksi nyata yang layak diapresiasi. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kehadiran polisi yang sigap dan humanis tentu memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan bahwa Polri benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujar Muhammad Zulfahri Tanjung.
Ia menilai, respons cepat dalam menghadapi kondisi darurat, baik akibat kecelakaan lalu lintas maupun persoalan medis di jalan, dapat membantu mencegah kondisi korban semakin fatal.
Bangun Kepercayaan Publik
Muhammad Zulfahri menegaskan, sikap humanis yang ditunjukkan Kasat Lantas bersama jajarannya memiliki dampak besar terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian.
Menurutnya, pelayanan yang dilakukan secara langsung dan tulus di lapangan akan membentuk citra positif Polri. Masyarakat tidak hanya melihat polisi sebagai aparat penegak aturan, tetapi juga sebagai pihak yang siap membantu ketika warga berada dalam kondisi sulit.
“Ketika masyarakat melihat polisi hadir saat krisis, rasa percaya itu akan tumbuh. Sikap seperti ini menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dengan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyebut aksi tersebut dapat menjadi teladan bagi seluruh personel lalu lintas lainnya agar senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
Polisi Harus Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan
Lebih lanjut, Muhammad Zulfahri mengatakan bahwa kehadiran aparat kepolisian pada situasi genting bukan hanya memberikan pertolongan secara fisik, tetapi juga mampu memberikan ketenangan kepada masyarakat yang sedang panik.
Menurutnya, tindakan sederhana seperti membantu korban, mengamankan lokasi kejadian, mengatur arus lalu lintas serta memastikan masyarakat memperoleh pertolongan dapat memberikan dampak yang besar.
“Polisi harus hadir bukan hanya ketika menegakkan hukum, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Inilah wajah Polri yang dekat, humanis dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Memperkuat Kemitraan Polisi dan Masyarakat
Muhammad Zulfahri juga menilai aksi sosial dan kemanusiaan yang dilakukan personel kepolisian dapat mempererat hubungan emosional antara polisi dengan masyarakat.
Ketika masyarakat merasakan langsung kepedulian aparat, kata dia, akan tercipta kemitraan yang lebih kuat. Bahkan, kondisi tersebut dapat mendorong masyarakat semakin menghormati dan mematuhi aturan lalu lintas.
“Keteladanan seperti ini justru dapat membangun kesadaran hukum. Masyarakat akan lebih menghargai petugas yang tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan memberikan pertolongan,” jelasnya.
Ia berharap aksi cepat tanggap tersebut dapat menjadi budaya positif di tengah masyarakat. Kepedulian satu orang di jalan raya, menurutnya, dapat memicu pengendara lainnya untuk ikut membantu sesama ketika menghadapi keadaan darurat.
“Budaya menolong harus terus kita tumbuhkan. Ketika polisi memberikan contoh, masyarakat pun akan terdorong melakukan hal yang sama. Efek dominonya sangat positif untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan manusiawi,” pungkas Muhammad Zulfahri Tanjung.
Reporter: Zulkarnain Idrus

