Binjai | REDMOL.ID – Upaya memutus mata rantai stunting tidak cukup hanya mengandalkan intervensi saat kehamilan. Karena itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Binjai mengambil langkah preventif dengan membekali para calon pengantin (catin) melalui edukasi terpadu yang diberikan secara gratis.
Program tersebut tidak sekadar membahas kesehatan reproduksi, tetapi juga melibatkan BNN, psikolog, dan GENRE (Generasi Berencana) untuk membentuk pasangan yang siap membangun keluarga sehat, tangguh, dan berkualitas.
Kepala Dinas PPKB Kota Binjai, Samsul Effendi Siregar, SE., MM., menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai bahkan sebelum pasangan memasuki jenjang pernikahan.
"Kami ingin memastikan setiap calon pengantin memiliki bekal pengetahuan yang cukup. Kegiatan ini dilaksanakan tanpa dipungut biaya sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menyiapkan keluarga yang sehat dan berkualitas," ujar Samsul.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi dari BNN mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan keluarga dan generasi penerus.
Sementara itu, psikolog yang menjadi narasumber mengingatkan bahwa keberhasilan membangun keluarga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi. Kesiapan mental, kedewasaan emosional, serta komunikasi yang sehat menjadi fondasi utama lahirnya keluarga sejahtera.
Psikolog menjelaskan delapan pilar keluarga sejahtera, yakni memiliki komitmen bersama, komunikasi yang terbuka, menjaga kesehatan fisik dan mental, merencanakan kehamilan, mengelola keuangan keluarga, menyelesaikan konflik secara dewasa tanpa kekerasan, saling menghargai peran pasangan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan penuh kasih sayang.
"Persiapan psikologis sama pentingnya dengan persiapan fisik. Rumah tangga yang dibangun dengan komunikasi dan perencanaan yang baik akan menjadi tempat terbaik bagi tumbuh kembang anak," jelas narasumber.
Di sisi lain, Jihan selaku Mediator GENRE menegaskan bahwa generasi muda harus mengubah cara pandang terhadap pernikahan. Menurutnya, menikah bukan sekadar menyelenggarakan pesta, tetapi merupakan komitmen besar untuk membangun keluarga yang berkualitas.
"Melalui GENRE kami mengajak calon pengantin mempersiapkan diri secara fisik, mental, sosial, dan ekonomi. Dengan perencanaan yang matang, keluarga akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan sekaligus melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting," kata Jihan.
Peserta juga diberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi. PPKB Kota Binjai menjelaskan bahwa anemia akibat kekurangan zat besi pada ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko stunting. Karena itu, calon ibu dianjurkan rutin mengonsumsi tablet tambah darah, memenuhi kebutuhan vitamin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menjaga kebersihan organ reproduksi dengan baik.
Selain itu, calon pengantin diingatkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menjaga kebersihan organ reproduksi dan rutin mengganti pakaian dalam sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Melalui edukasi terpadu tersebut, PPKB Kota Binjai berharap lahir keluarga-keluarga baru yang sehat, harmonis, dan tangguh. Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun sumber daya manusia berkualitas sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Binjai.
Reporter: Marihot Simarmata & Red
Editor: Zulkarnain Idrus

