Penghargaan Banjir untuk Kapolres Langkat—Apresiasi Tulus atau Panggung Pencitraan?

Admin RedMOL
0

BinjaiREDMOL.ID | Langkat — Penghargaan dari 18 kepala desa di Kecamatan Tanjung Pura kepada Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo atas penanganan banjir 26 November 2025 memang terlihat mengesankan. Namun di balik seremoni yang tersusun rapi itu, publik berhak bertanya lebih dalam: apakah ini cerminan keberhasilan nyata, atau sekadar panggung pencitraan yang dibungkus apresiasi?

Apel pagi di Lapangan Jananuraga Polres Langkat, Selasa (05/5/2026), menjadi ajang penyerahan penghargaan. Narasi yang dibangun: Polri hadir, bekerja, dan dirasakan masyarakat. Tapi pertanyaannya—apakah seluruh warga terdampak benar-benar merasakan hal yang sama, atau hanya segelintir yang terwakili di podium?

Fakta di lapangan kerap berbicara lain. Banjir bukan sekadar peristiwa sesaat yang selesai dengan evakuasi dan pembagian bantuan. Ada persoalan klasik yang berulang: lambannya respons awal di beberapa titik, distribusi bantuan yang tak merata, hingga minimnya langkah mitigasi pascabencana. Ini bukan isu baru—dan publik sudah terlalu sering melihat pola yang sama.

Penghargaan dari kepala desa memang sah dan patut dihormati. Namun relasi struktural antara pemerintah desa dan aparat tidak bisa diabaikan. Apakah apresiasi ini lahir dari evaluasi independen berbasis fakta lapangan, atau lebih kepada formalitas hubungan kekuasaan?

Kapolres Langkat menyebut keberhasilan ini sebagai hasil sinergitas. Pernyataan normatif yang terdengar ideal. Tapi sinergitas sejati diuji bukan saat menerima penghargaan, melainkan saat menghadapi kritik tajam—apakah terbuka atau justru defensif?

Lebih jauh, komitmen soal profesionalisme dan pendekatan humanis yang disampaikan Kapolres harus diuji secara konsisten. Masyarakat tidak hanya butuh kehadiran saat bencana viral, tetapi juga kepastian pelayanan saat situasi sunyi dari sorotan.

BinjaiREDMOL.ID menegaskan: kepercayaan publik tidak dibangun dari seremoni dan piagam penghargaan. Ia lahir dari transparansi, keberanian mengakui kekurangan, dan tindakan nyata yang dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Penghargaan boleh diterima. Tapi pertanyaan yang tak boleh dibungkam: setelah air banjir surut, apakah persoalan masyarakat juga ikut surut—atau justru kembali tenggelam dalam diam?

Redaksi: Rudy Hartono & Red
Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Mata Camera ID, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!