
BinjaiREDMOL.ID | Langkat — Warga Dusun IV Namo Buah, Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, dibuat gempar dengan penemuan sesosok mayat misterius tanpa identitas (Mr. X) yang mengapung di aliran Sungai Bingai, Kamis (07/05/2026) petang.
Penemuan mengerikan itu sontak memicu kepanikan warga. Pasalnya, kondisi jasad sudah sangat mengenaskan. Korban ditemukan tanpa kepala dan kedua lengan, dalam keadaan telanjang serta tubuh yang telah membusuk parah.
Mayat pertama kali ditemukan warga tersangkut di tumpukan sampah sungai dalam posisi telungkup. Bau busuk menyengat langsung memenuhi kawasan sekitar lokasi penemuan.
Kapolsek Sei Bingai, Endramawan Sitepu, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya, laporan awal diterima dari dua warga yakni Rukun Sembiring (48) dan Merih Ginting (37) yang curiga melihat benda menyerupai tubuh manusia mengambang di sungai.
“Mendapat laporan masyarakat, personel piket langsung turun ke lokasi dan benar ditemukan sesosok mayat dengan kondisi sangat mengenaskan,” ujar Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kondisi tubuh korban sudah sulit dikenali. Kulit bagian luar tubuh disebut telah terkelupas akibat proses pembusukan yang diduga berlangsung selama beberapa hari.
“Korban ditemukan tanpa kepala dan kedua tangan. Kondisi mayat sudah membusuk dan mengeluarkan aroma menyengat,” tegasnya.
Evakuasi jasad dilakukan personel Polsek Sei Bingai bersama warga dan petugas Puskesmas Namo Ukur Selatan. Proses pengangkatan mayat berlangsung dramatis karena kondisi tubuh korban yang rapuh akibat pembusukan.
Sekitar pukul 19.30 WIB, jasad kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna menjalani autopsi dan proses identifikasi lebih lanjut.
Pengawalan dilakukan langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Sei Bingai Sukadi bersama personel Reskrim lainnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu petunjuk guna mengungkap identitas korban dan misteri di balik kematian tragis tersebut. Warga sekitar berharap polisi segera mengungkap apakah korban merupakan korban pembunuhan sadis atau hanyut dari lokasi lain.
Reporter: Rudy Hartono & Red
Editor: Zulkarnain Idrus
