Kartini di Balik Meja Layanan: Antara Kebaya, Simbolisme, dan Realita di BRI BO Stabat

Admin RedMOL
0

Langkat – Binjai.REDMOL.ID | Peringatan Hari Kartini 2026 di Bank Rakyat Indonesia (BRI) BO Stabat tampil semarak. Kebaya dan batik menghiasi ruang layanan, menghadirkan nuansa budaya yang kental. Namun di balik itu, muncul pertanyaan yang tak bisa dihindari: apakah semangat Raden Ajeng Kartini benar-benar hidup, atau hanya berhenti di panggung seremonial?

Insan BRILiaN tampil kompak. Perempuan berkebaya, laki-laki berbatik. Visualnya rapi, terkonsep, bahkan “Instagramable”. Tapi publik tak lagi cukup disuguhi tampilan. Di era keterbukaan, masyarakat menuntut substansi: di mana posisi perempuan dalam struktur kekuasaan kerja? Apakah mereka hanya menjadi wajah depan pelayanan, atau sudah masuk ke ruang pengambil keputusan?

Branch Office Head (BOH) BRI Stabat, Ramlan, menyebut peringatan ini sebagai momentum penguatan peran perempuan. Pernyataan normatif yang terdengar manis, namun belum tentu menjawab realitas di lapangan. Sebab, bicara emansipasi bukan soal seragam kebaya, melainkan soal akses, kesempatan, dan keberanian memberi ruang setara.

Di Stabat, pelayanan memang tetap berjalan optimal. Bahkan disebut lebih hangat dan humanis. Tapi sekali lagi, Kartini tidak berjuang agar perempuan sekadar tampil ramah di garda depan. Ia berjuang agar perempuan berdiri sejajar—memimpin, menentukan arah, dan tak sekadar menjalankan sistem yang sudah ada.

Penggunaan kebaya dan batik tentu layak diapresiasi sebagai bentuk pelestarian budaya. Namun jika berhenti di sana, maka peringatan ini berisiko menjadi rutinitas tahunan tanpa makna mendalam—sekadar “ganti kostum” tanpa perubahan sistem.

Binjai.REDMOL.ID menilai, semangat Kartini harus dibuktikan dengan langkah konkret: transparansi kesempatan karier, kesetaraan jabatan, hingga keberanian membuka ruang bagi perempuan untuk naik ke level strategis. Tanpa itu, perayaan ini hanya akan menjadi panggung simbolik yang berulang setiap tahun.

Kartini tidak butuh panggung. Ia butuh keberlanjutan perjuangan.

Jurnalis : Agus Sidarta
Editor : Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Mata Camera ID, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!