RedMOLBINJAI.ID | Binjai – Gelombang dukungan terhadap Drs. Tengku Matsyah untuk memimpin DPD Partai NasDem Kota Binjai semakin menguat dan tak terbendung. Pasca wafatnya Ketua DPD NasDem Kota Binjai, dr. Edy Putra Sitepu, pada Rabu, 11 Februari 2026, sejumlah elemen masyarakat Melayu Kota Binjai secara terbuka menyuarakan agar tongkat estafet kepemimpinan segera diberikan kepada figur yang dinilai layak dan berakar kuat di tengah masyarakat.
Nama Drs. Tengku Matsyah mencuat sebagai kandidat terkuat. Ia dinilai bukan sekadar tokoh simbolik, tetapi figur yang memiliki rekam jejak sosial, kedekatan dengan akar rumput, serta pemahaman mendalam terhadap kultur dan dinamika politik lokal Kota Binjai.
Tokoh pemuda Melayu Kota Binjai, Zulkarnain Idrus, menegaskan bahwa momentum ini tidak boleh diisi oleh kepentingan pragmatis atau kompromi elite semata.
“Ini bukan soal jabatan, tapi soal keberlanjutan dan marwah partai di Kota Binjai. Kami mendorong Drs. Tengku Matsyah karena beliau figur yang matang, berintegritas, dan punya komitmen membesarkan partai. Jangan sampai proses ini diwarnai manuver yang mengabaikan aspirasi masyarakat,” tegas Zulkarnain.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat Kota Binjai, Amsar Nasution, juga menyampaikan dukungan terbuka. Ia menilai Partai NasDem membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga soliditas internal sekaligus memperluas basis dukungan eksternal.
“Partai harus dipimpin oleh sosok yang dikenal dan diterima luas oleh masyarakat. Drs. Tengku Matsyah punya kapasitas itu. Kami berharap DPW dan DPP NasDem objektif membaca arus dukungan ini. Jangan sampai suara akar rumput diabaikan,” ujar Amsar Nasution.
Desakan ini disebut-sebut bukan hanya datang dari kalangan tokoh Melayu, tetapi juga dari simpatisan dan kader di tingkat bawah yang menginginkan kepemimpinan yang tegas, komunikatif, serta mampu mengonsolidasikan kekuatan partai menjelang agenda politik mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keputusan resmi terkait mekanisme penunjukan atau pemilihan Ketua DPD NasDem Kota Binjai yang baru. Namun tekanan moral dan politik dari berbagai elemen masyarakat semakin nyata.
RedMOLBINJAI.ID mencatat, dinamika ini menjadi ujian bagi struktur partai dalam merespons aspirasi publik secara transparan dan demokratis. Jika aspirasi yang berkembang diabaikan, bukan tidak mungkin akan muncul resistensi internal yang berpotensi memengaruhi soliditas partai di Kota Binjai.
Reporter: Mhd. Dzaki Zuris
