
RedMOLBINJAI.id | Binjai – Di tengah masifnya penetrasi budaya asing dan krisis ruang ekspresi positif bagi generasi muda, Sanggar Seni Budaya Wahyu Satrio Putro kembali menegaskan perannya sebagai benteng pelestarian budaya lokal. Sanggar seni yang konsisten membina generasi muda ini menerima bantuan hibah dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Pemerintah Kota Binjai, sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga warisan budaya bangsa.
Ketua Sanggar Wahyu Satrio Putro, Wahyu Ismanto atau yang akrab disapa Mas Way, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar dukungan terhadap pelaku seni di daerah tidak berhenti pada simbol administratif belaka.
“Kami mengapresiasi Kemensos RI dan Dinas Sosial Kota Binjai. Bantuan ini bukan sekadar hibah, tetapi pengakuan bahwa seni budaya adalah instrumen strategis dalam menyelamatkan generasi muda dari arus destruktif,” ujar Mas Way saat ditemui di Jalan Gunung Jaya Wijaya, Kota Binjai, Senin (19/1/2026).
Didirikan sejak 20 Agustus 2000, Sanggar Wahyu Satrio Putro tumbuh di tengah perubahan sosial yang cepat. Ketika ruang-ruang publik bagi remaja kian menyempit dan ancaman narkoba, geng motor, serta dekadensi moral menguat, sanggar ini justru hadir sebagai ruang pembinaan karakter berbasis budaya.
“Kami sejak awal memilih jalur kebudayaan sebagai jalan penyelamatan. Anak-anak kami arahkan pada seni Reog dan kesenian tradisional lain agar mereka memiliki identitas, disiplin, dan rasa bangga terhadap budayanya sendiri,” tegas Mas Way.
Mas Way mengungkapkan, selama ini keterbatasan sarana kerap menjadi hambatan utama. Bantuan hibah dari Kemensos RI dinilai sangat krusial untuk memperkuat daya tahan sanggar dalam menjalankan fungsi sosial dan kebudayaan.
“Dengan hibah ini, kami bisa melengkapi gamelan, kostum Reog, perlengkapan tari, dan fasilitas pendukung lainnya. Ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk keberlangsungan pendidikan budaya bagi generasi muda Binjai,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak boleh diposisikan sebagai kegiatan pinggiran, melainkan sebagai bagian dari strategi pembangunan sosial nasional. Menurutnya, sanggar seni adalah mitra negara dalam menjaga kohesi sosial dan identitas bangsa.
“Jika negara abai terhadap pelaku budaya, maka yang akan hilang bukan hanya kesenian, tetapi jati diri bangsa. Karena itu kami berharap dukungan ini berkelanjutan dan berpihak,” tandasnya.
Sanggar Wahyu Satrio Putro hingga kini tetap konsisten menjadi ruang aman dan produktif bagi generasi muda Kota Binjai, membuktikan bahwa budaya bukan sekadar tontonan, melainkan perlawanan terhadap kerusakan sosial.
Jurnalis: Agus Sidarta
Editor: Zulkarnain Idrus
