MEDAN — Binjai.REDMOL.ID | Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Yayasan Haji Anif (YHA) ke-7 Tahun 2026 resmi dibuka oleh Ketua YHA, H. Musa Rajekshah, di Masjid Al Musannif, Kompleks Cemara Asri, Medan, Minggu (16/8/2026).
Pembukaan MTQ ditandai dengan pengukuhan para dewan hakim yang akan bertugas memberikan penilaian terhadap seluruh peserta. Tahun ini, MTQ YHA diikuti sebanyak 600 peserta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 500 peserta.
Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck mengatakan, pelaksanaan MTQ YHA merupakan kegiatan yang terus dipertahankan sejak pertama kali digagas oleh almarhum Haji Anif pada 2019.

“Alhamdulillah dengan izin Allah SWT hari ini kita bisa bersama-sama berkumpul kembali di Masjid Al Musannif. Tak terasa sudah MTQ ke-7 yang akan kita laksanakan. Artinya, sudah tujuh tahun sejak awal orang tua kami, almarhum Bapak Haji Anif, melaksanakannya pada tahun 2019,” ujar Ijeck saat membuka MTQ.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ tersebut bukan sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi bagian dari upaya membangun kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus meneruskan niat baik almarhum Haji Anif.
Ijeck juga menyampaikan bahwa rangkaian MTQ YHA ke-7 akan ditutup pada 25 Agustus 2026, sekaligus dirangkai dengan Haul ke-5 almarhum Haji Anif.
“Pada saat penutupan MTQ tepatnya tanggal 25 Agustus 2026, sekaligus menjadi Haul ke-5 orang tua kami, almarhum Haji Anif, yang berpulang ke rahmatullah,” katanya.
Peserta Bertambah, Persyaratan Diperketat
Ijeck mengungkapkan, meski kuota peserta dibatasi, antusiasme masyarakat untuk mengikuti MTQ YHA justru semakin tinggi. Tahun ini jumlah peserta mencapai 600 orang.
“MTQ kali ini sudah dibatasi, tapi jumlah pesertanya bertambah. Tahun lalu 500 peserta dan tahun ini sebanyak 600 peserta. Alhamdulillah antusias peserta tidak berkurang dari sebelumnya. Begitu pendaftaran dibuka, langsung ramai yang mendaftar,” jelasnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilaksanakan pada Maret, MTQ YHA ke-7 tahun ini digelar pada Agustus.
Ijeck menegaskan, YHA juga menerapkan persyaratan khusus untuk menjaga ruang kompetisi tetap terbuka bagi peserta yang belum pernah menjadi juara pada tingkatan tertentu.
“Kita sudah sampaikan persyaratan kepada peserta bahwa peserta yang ikut MTQ YHA adalah peserta yang belum pernah menjuarai MTQ, baik tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun MTQ YHA sebelumnya,” tegasnya.
Ia meminta para dewan hakim menjalankan tugas secara profesional, objektif dan jujur. Menurutnya, penilaian terhadap bacaan Al-Qur’an bukan sekadar pertanggungjawaban kepada manusia, tetapi juga kepada Allah SWT.
“Kami berharap kepada dewan hakim bekerja dalam memberi penilaian harus dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya. Apapun itu, kita tidak hanya bersaksi di depan manusia, tetapi kita juga bersaksi kepada Allah SWT karena yang dibacakan anak-anak kita ini adalah Kalamullah,” ucap Ijeck.
Cetak Generasi Qur’ani dan Pemimpin Masa Depan
Lebih jauh, Ijeck berharap keberadaan MTQ YHA mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus melahirkan generasi Qur’ani yang memiliki akhlak mulia.
Ia berharap dari kegiatan tersebut akan lahir calon pemimpin umat, ahli ilmu hingga ulama masa depan yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan.
“Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat generasi-generasi muda kita ke depan, tidak hanya untuk kehidupan dunia tetapi juga untuk bekal amal salehnya di kehidupan akhirat,” harapnya.
Ijeck menambahkan, semakin sering MTQ dilaksanakan, diharapkan semakin besar pula semangat anak-anak muda untuk membaca dan mencintai Al-Qur’an.
“InsyaAllah menjadi generasi-generasi yang saleh dan salehah. Semakin sering dilaksanakannya MTQ ini akan menjadi niat dan tujuan almarhum waktu itu. Pelaksanaan ulang tahunnya dilaksanakan dengan MTQ supaya anak-anak semakin sering membaca Al-Qur’an dan semakin bersemangat membaca Al-Qur’an,” katanya.
Di akhir sambutannya, Ijeck menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan hakim, peserta serta masyarakat yang turut menyukseskan pelaksanaan MTQ YHA ke-7.
“Kami dari keluarga semuanya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia, kepada seluruh dewan hakim juga kepada seluruh bapak ibu yang sudah hadir dan ikut menyemarakkan acara ini,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi para dewan hakim yang sejak awal pelaksanaan MTQ YHA telah menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.
“Dari awal dilaksanakannya MTQ ini para dewan hakim selalu bekerja dengan niat tulus dan ikhlas. Apa yang kita laksanakan ini semoga Allah nilai menjadi satu catatan amal baik yang bisa dihadiahkan untuk almarhum orang tua kami, Bapak Haji Anif,” tutup Ijeck.
Reporter: Zulkarnain Idrus



