
BinjaiREDMOL.ID | Langkat — Ribuan warga memadati Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Sabtu (2/5/2026), dalam kegiatan Tabligh Akbar bertajuk “Jihad Melawan Narkoba” yang menghadirkan dai kondang Abdul Somad. Kegiatan ini menjadi momentum kuat menyatukan ulama, umara, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkotika yang kian mengkhawatirkan.
Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH bersama Wakil Bupati Tiorita Br Surbakti, SH tampak hadir langsung di tengah lautan jamaah. Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung gerakan moral dan spiritual melawan narkoba.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya anggota DPR RI Sugiat Santoso dan Musa Rajekshah, unsur Forkopimda, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, jajaran TNI, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan dan keagamaan.
Dalam tausiyahnya, UAS menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi kewajiban bersama seluruh elemen bangsa.
“Jangan ragu berjihad melawan narkoba. Ini bukan sekadar wacana, tapi harus diwujudkan dengan tindakan nyata. Kalau generasi muda hancur, maka bangsa ini ikut runtuh,” tegas UAS lantang di hadapan jamaah.

UAS juga menyoroti pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam menjaga anak-anak dari pengaruh narkotika yang semakin masif dan sistematis.
Sementara itu, Bupati Langkat H. Syah Afandin dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia bahkan mengaitkan turunnya hujan setelah sekian lama kemarau sebagai tanda keberkahan.
“Semoga kehadiran UAS membawa keberkahan untuk Bumi Langkat Berseri. Kita berdoa agar daerah ini dijauhkan dari musibah, termasuk ancaman narkoba yang merusak generasi muda,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati menegaskan dukungannya terhadap deklarasi jihad melawan narkoba yang digelorakan para pemuda Langkat. Ia menyebut gerakan tersebut sebagai langkah konkret yang harus dijaga konsistensinya.

Di sisi lain, Sugiat Santoso menegaskan bahwa tema Jihad Melawan Narkoba bukan sekadar slogan, melainkan panggilan perjuangan kolektif. Ia bahkan mengajak kaum ibu untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga dari ancaman narkotika.
Acara semakin menguat ketika dilakukan deklarasi bersama oleh BPRMI, ormas Islam, dan organisasi kepemudaan Kabupaten Langkat. Deklarasi ini menjadi simbol perlawanan kolektif terhadap narkoba sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
Dengan membludaknya kehadiran masyarakat, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kesadaran publik terhadap bahaya narkoba mulai tumbuh. Namun, tantangan ke depan tetap besar: apakah semangat ini akan berhenti di panggung tabligh, atau benar-benar diterjemahkan menjadi gerakan nyata di lapangan.
Reporter: Rudy Hartono
Editor: Zulkarnain Idrus
